Sunday, October 7, 2018

Anak Infestasi Utama

Tawangharjo.com-Mempunyai anak yang pintar merupakan kebanggan bagi orang tua. Tak ayal, untuk mendapatkan sebuah kebanggaan itu orang tua rela merogoh uang dalam-dalam. Kemudian yang terjadi adalah si anak dipaksa kerja keras banting tulang untuk belajar dari pagi sampai siang. Sorenya digunakan untuk les sedangkan malamnya kembali belajar dan mengerjakan PR. Melihat anaknya disiplin membuat orang tua senang. Apabila si anak jenuh, sebagian orang tua memarahi dan sebagian orang tua lagi memberi hadiah berupa gadget atau apapun yang membuat anak senang.


Mempunyai anak yang pintar merupakan kebanggan bagi orang tua. Tak ayal, untuk mendapatkan sebuah kebanggaan itu orang tua rela merogoh uang dalam-dalam. Kemudian yang terjadi adalah si anak dipaksa kerja keras banting tulang untuk belajar dari pagi sampai siang. Sorenya digunakan untuk les sedangkan malamnya kembali belajar dan mengerjakan PR. Melihat anaknya disiplin membuat orang tua senang. Apabila si anak jenuh, sebagian orang tua memarahi dan sebagian orang tua lagi memberi hadiah berupa gadget atau apapun yang membuat anak senang.

Lantas pertanyaannya dasarnya adalah, dimana posisi Tuhan ?. Perlu diingat dalam buku Markesot bertutur karya Cak Nun, Tuhan adalah Dzat yang harus dinomorsatukan. Ketika malaikat bertanya, siapa Tuhanmu ?. Maka sesungguhnya esensi dari pertanyaan itu adalah siapa yang engkau nomorsatukan didunia ini ?. Matematika kah ?, les musik kah ?, tau rengking. Pentingnya mendidik anak untuk menomorsatukan Tuhan adalah tugas wajib bagi orang tua. Orang tua seyogyanya bisa lebih proporsional mendidik anak, mengenalkan bahwa Tuhan adalah segalanya, tanpa campur tangan Nya tidak ada manusia sukses. Selain memberikan pengertian, berikan juga contoh. Karena kecenderungan anak adalah mengikuti tingkah laku orang tua.

Baca Juga:
Sejalan dengan hal diatas, Pakar ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Ary Ginanjar Agustian mengatakan. Kecerdasan intelektual hanya berperan sekitar 10-20 persen saja dalam menentukan kesuksesan, dimana 80 persen adalah kecerdasan emosi. Kecerdasan yang 80 persen inilah yang belum disadari oleh para orang tua, yang padahal merupakan inti dari kesuksesan itu sendiri. Orang bangga melihat anaknya pintar. Mendapatkan rengking pertama, padahal beliau tidak tau jika jiwa anaknya sedang kosong. Bila ada nilai yang buruk segera memfonis jika si anak malas dan dituntut untuk lebih giat lagi. Perlakuan diskriminasi semacam ini yang kadang disalah artikan oleh anak, bahwa orang tua itu jahat. Lantas jika sudah seperti ini, siapa yang harus disalahkan. Semua merasa benar
Pendidikan umum memang penting tapi pendidikan agama lebih penting. Terkadang masyarakat sering salah tafsir, pendidikan agama hanya diartikan sebagai salah satu pelajaran disekolah. Padahal itu hanya sebagian kecil, pendidikan agama dimulai sejak kecil, dewasa hingga akhirnya menua. Aplikasinya pun dilakukan setiap detik dalam hidup. Dimulai bagaimana cara bersyukur, menerima nasip, perjuangan hidup dan menyikapi kegagalan. Jadi tidak salah apabila pendidikan agama memang mutlak diutamakan.
Mengajarkan pendidikan agama dasar sejak dini adalah langkah yang harus dilakukan. Para orang tua diharapkan bisa mengajari anak kejujuran, tanggung jawab dan toleransi. Karena semua itu adalah nilai-nilai Islam yang mulai pudar. Kemudian setelah itu, menjelang anak memasuki usia SD. Sebisa mungkin diajarkan untuk sholat dan puasa. Ajak meraka untuk mulai mengenal masjid, membaca Al-Qur’an dan pengajian. Kebiasaan orang jaman dulu, sehabis magrib membaca Qur’an, seiring perkembangan zaman kebiasaan itu malah ditinggalkan karena kalah dengan acara-acara di televisi.
Jika sudah begitu, para orang tua sebisa mungkin memfilter anak-anak meraka ketika menonton acara tv. Kegiatan menonton tv sebaiknya juga dijadwal sedemikian rupa sehingga si anak tidak lupa dengan tugas utamanya. Porsi antara ibadah, sekolah dan hiburan diseimbangkan agar tumbuh kembang anak juga bisa seimbang. Karena banyak sekali acara-acara tv yang anak sukai namun justru berdampak buruk bagi mereka. Adegan-adegan yang dilarang oleh agama pun diperagakan sedemikian rupa hingga tercipta menjadi sebuah kelumrahan.
Mengajarkan pendidikan pada anak memang susah-susah gampang. Namun jika berhasil, efeknya juga luar biasa. Seperti yang diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa anak yang sholeh amalnya akan terus mengalir meskipun orang tua meningal dunia. Dosa sebesar apapun Insyaalloh akan terampuni jika mempunyai investasi anak yang sholeh. Anak yang sholeh buka anak yang pintar matematika, fisika dan kima. Anak yang sholeh adalah anak yang selalu berbakti dan mendoakan kepada orang tuanya, taat pada Alloh dan Rosulnya.  (Penulis Fajar Arianto)

Baca Juga:

Diri Kita Adalah Penjajah

HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada (Minggu, 17/8) kemarin disambut suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat. Antusisme masyarakat ditunjukan dengan memasang bendera dan beragam lomba yang bertujuan untuk mempereret kebhinekaan. Ditengah hingar bingar dan suka cita rakyat Indonesia ada beberapa masalah yang patut dikritisi. Masalah ini sebenarnya sudah meradang beberapa tahun yang lalu. Yaitu hilangnya roh keteladanan bagi pemuda Indonesia. Suri tauladan menjadi langka pasca 69 tahun yang lalu.

HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada (Minggu, 17/8) kemarin disambut suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat. Antusisme masyarakat ditunjukan dengan memasang bendera dan beragam lomba yang bertujuan untuk mempereret kebhinekaan. Ditengah hingar bingar dan suka cita rakyat Indonesia ada beberapa masalah yang patut dikritisi. Masalah ini sebenarnya sudah meradang beberapa tahun yang lalu. Yaitu hilangnya roh keteladanan bagi pemuda Indonesia. Suri tauladan menjadi langka pasca 69 tahun yang lalu.

Memberi keteladanan bukan hanya tugas orang tua. Melainkan tugas semua makhluk yang bergelar manusia. Untuk itu marilah kita salahkan diri kita sendiri yang belum bisa berbuat banyak terhadap bangsa dan Negara ini. Jika muhasabah sudah dilakukan akan lebih mudah kita mencari musababnya, musabab mengapa pemuda Indonesia tidak maju-maju. Beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi referensinya. Pertama, kurangnya rasa memiliki terhadap Indonesia. Kedua, cenderung mengikuti budaya asing. Selanjutnya, menginginkan perubahan, namun enggan berubah. Terakhir mentalitas pemuda.

Kurangnya rasa memiliki terhadap tanah air tercinta ini memang bukan rahasia umum lagi. Kita seolah apatis dengan masalah yang terjadi di Indonesia. Banyaknya kasus, terutama kasus korupsi adalah penyebab utamanya. Sebagai warga Negara yang baik, melihat masalah sebaiknya ditinjau dari berbagai sudut pandang. Misalnya saja dalam kasus korupsi yang ada dipemerintahan Pak SBY. Memang, dari satu sisi pemerintahan tersebut banyak petinggi negeri yang korup. Tapi disisi lain, Pak SBY sudah memuhi janjinya jika terpilih lagi menjadi presiden , yaitu pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Kebohongan memang manis dan kejujuran memang pahit. Meski begitu Pak SBY sabar menghadapi rakyatnya.
Kurangnya rasa cinta terhadap Indonesia melahirkan kecintaan terhadap bangsa lain, seperti budaya dan produknya. Kecederungan terhadap asing ini sangat terlihat diberbagai sektor. Yang paling terlihat adalah fashion. Pemuda Indonesia lebih tertarik menggunakan produk luar dari pada produk bangsa sendiri. Jika sudah menggunakan produk luar, mau tidak mau juga akan ikut budayanya juga. Sebagai contoh dalam fenomena K-Pop. K-Pop bukanlah budaya kita tapi sangat digandrungi, lebih dari kecintaannya terhadap pakaian adat. Padahal kita punya pakaian adat yang jelas-jelas bisa membedakan mana pria dan mana wanita.
Jika kedua hal itu sudah menjamur dan pemuda sudah bosan, biasanya mereka berkoar-koar menginginkan perubahan. Parahnya, pemerintah yang disalahkan atas ketikamajuan hidup mereka. Caranya menginginkan perubahan pun beragam mulai dari berdemo hingga merusak fasilitas umum. Contoh-contoh buruk semacam inilah yang menyebabkan generasi berikutnya ikut-ikutan. Remaja SMP dan SMA menangkap bahwa tindakan semacam itu adalah tindakan seorang naionalisme sejati. Bagi mereka nasionalisme adalah kekerasan. Nasionalisme adalah melawan pemerintahan.
Bagitulah mental pemuda Indonesia sekarang. Seenaknya sendiri namun minta disantuni. Hidup sejahtera sesuai hawa nafsunya. Tidak heran jika wajah Indonesia seperti sekarang ini. tidak punya daya saing dengan dengan bangsa lain. Sekalinya ada, kurang terkenal. Kalah saing dengan selebritis pembuat kontroversi. Karena hal bodoh semacam itulah banyak pemuda yang banting stir menjadi selebritis. Karena menjadi selebritis kebodohan mereka lebih diakui. Bukan hanya diakui melainkan dihargai, dipuja-puja dan juga banyak uang. Kalah terkenal dengan Nelson Tansu Lemas, Khoiril Anwar dan Muhammad Arif Budiman.
Kesmimpulan sederhana dari masalah diatas adalah bangsa kita dijajah oleh diri kita sendiri. Yang membuat Indonesia masih terjajah padahal sudah merdeka adalah rakyatnya sendiri. Diri kita adalah penjajah ulung, lebih ulung dari Belanda dan Jepang. Karena metode dan strategi penjajahan terkesan nikmat hingga kita sendiri tidak sadar kalau sedang di jajah. Memang benar sabda Rosululloh, jika jihat terbesar adalah melawan diri sendiri.

2 Sehat 3 Sempurna

22 Juli 2014 Indonesia mempunyai nahkoda baru. Nahkoda yang diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan yang mampu mensejahterkan masyarakat. Kedua poin itu sebanarnya adalah permintaan lumrah dari rakyat yang telah mengetahui betapa besarnya potensi Indonesia. Memang tidak mudah, tapi bukankan itu tugas seorang presiden. Presiden baru dituntut untuk melanjutkan program-progam yang baik dan memperbaiki yang buruk.


Sebelum melaksanakan dua tugas pemerintahan yang sehat tersebut dari sudut pandang pemuda, mari terlebih dahulu bersama-sama menciptakan situsasi kondusif ketika pengumuman nanti. Benyak pengamat menilai, pengumuman presiden berpotensi ricuh jika kedua masa para pendukung Pak Prabowo dan Pak Jokowi berdatangan. Jika hanya berdatangan saja sudah perpotensi ricuh, apa lagi jika membawa atribut kampanye. Maka dari itu masing-masing kedua kubu sudah mewanti-wanti hal ini kepada para pendukungnya. Pak Jokowi menghimbau untuk tidak lagi memakai baju kotak-kotak, khas beliau. Sedangkan Pak Mahfud (Ketua Timses Prabowo-Hatta) meminta untuk semuanya bersikap tenang.
Tuntutan pertama adalah lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan menjadi suatu hal yang terpenting bagi mahasiswa. Ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai akan memacu mahasiswa untuk berbuat lebih. Tidak hanya itu, persepsi buruk masyarakat terhadap dunia pendidikan bisa dihapus. Misalnya : banyak sarjana yang jadi pengangguran, tidak usah kuliah, toh nantinya juga nganggur, dan masih banyak lagi. Persepsi-persepti semacam inilah yang kelak merusak bangsa ini.
Kenyataanya memang demikian. Banyak sekali pemuda, terutama dari Desa enggan untuk kuliah, padahal sebenarnya mampu. Ketidakpercayaan pemuda kepada sistim pendidikan faktor utamanya adalah mencetak pengangguran. Mereka berpendapat jika kuliah dan tidak kuliah sama saja. Maka dari itu, dari pada membuang-buang uang lebih baik lulus SMA / SMK langsung kerja. Bisa dibayangkan jika kerja hanya bermodal ijasah SMA/SMK akan menjadi apa.
Selanjutnya mensejahterakan masyarakat. Kata sejahtera memang sederhana tapi sulit nyatanya. Apalagi jika diterapkan pada rakyat Indonesia yang super majemuk. Kemajemukan yang seharusnya menjadi keindahan justru tidak demikian. Bhineka Tunggal Ika hanya sebatas kalimat belaka. Tidak benar-benar diaplikasinkan. Contoh kecil adalah membuang sampah, lalu lintas dijalan, budaya antri. Patut dipertanyakan. Apakah kita sudah mensejahterkan diri kita sendiri ?. Jika belum mengapa kita menuntut pemerintah ?.
Apabila masyarakat sudah berhasil mensejahterkan dirinya sendiri, maka akan lebih mudah untuk pemerintah membuat program-program yang pro rakyat. Pemerintah yang membuat program sebenarnya sudah bagus. Hanya pelaksanaannya yang kurang. Ada saja kendala, seperi korupsi, pelayanan kurang dan minimya sosialisasi. Dari ketiga hal diatas, korupsi merupakan kesalahan yang sangat fatal. Pemberantasannya sudah baik, yang kurang adalah hukumannya yang tidak menimbulkan efek jera. Sinkronisasi  antara rakyat dan pemerintah adalah kunci terciptanya kesejahteraan.
Terakhir untuk membentuk pemerintahan yang sempurna adalah tiga, berani berkata tidak kepada pihak asing yang merugikan bangsa. Hal yang satu ini memang tidak kalah sulit dengan yang dua sehat tadi. Untuk Negara Indonesia yang berkategori Negara berkembang, desakan itu sudah pasti ada. Apalagi dengan segala kekayaan dan sumber daya yang dipunya. Sudah pasti Indonesia menjadi santapan lezat Harimau-Harimau yang bernama Negara Maju. Mulai dari politik, pangan, Sumber Daya Alam sampai sosial dan budaya.
Sekelumit contohnya adalah ketika Presiden SBY disadap oleh pihak Australia beberapa waktu yang lalu. Juga ketika tambang emas di Papua dikeruk oleh pihak asing. Sedangkan yang paling memalukan manakala kesenian khas Indonesia diakui oleh Malaysia, Negara tetangga. Yang dibutuhkan disini adalah ketegasan dan keberanian. Ketegasan untuk menindak masalah diatas supaya tidak terulang. Keberanian untuk memerangi siapa saja yang ingin menginjak-injak martabat Negara Kesatuan Republik indonsia.
Menciptakan Bangsa yang ideal bukan perkara mudah. Butuh waktu, butuh sinerji yang luar biasa besar kompak antara rakyat dan pemerintah. Untuk itu targetnya jangan berlebihan, cukup menjadi disegani dan berprestasi di kawasan Asia Tenggara. Semua pasti memimpikan Negara Indonesia seperi Jepang, Amerika dan Negara-negara Eropa lainnya. Kita tidak perlu menjadi seperti mereka, cukup menjadi diri sendiri. Karena Indonesia beda dengan Negara-negara maju diatas. Indonesia punya karakter sendiri dan kepribadian sendiri yang patut dibanggakan. Selamat untuk Presiden yang baru. Semoga bisa mencerna dan membantu mencernakan asupan 2 sehat 3 sempurna diatas. 
(Penulis Fajar Arianto)

Baca Juga:

Thursday, September 27, 2018

Per0k0k Adalah Lelaki Sejati

Mer0k0k. Adalah suatu budaya yang wajib bagi para pemuda yang menganut hukum rimba di Sekolah-Sekolah atau bahkan di Perguruan Tinggi. Midset jika para per0k0k adalah lelaki sejati kian menjamur dan susah dihilangkan. Para pencandu ini tak jarang memilih untuk tidak makan dari pada tidak mer0k0k. Dan parahnya, mereka bangga. Kebanggaan yang mereka peroleh karena  beberapa hal. Sedikitnya ada tiga. Sebab mereka diakui, banyak teman dan mendapatkan kenikmatan. 


Mengkonsumsi r0k0k bukan merupakan hal yang tabu, setidaknya dalam 30 tahun silam. Karena dalam kurun waktu yang sama konsumsi r0k0k di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, dari 33 milyar perbatang pertahun ditahun 1970, ke 217 milyar perbatang pertahun di tahun 2000. Padahal t3mbak4u berada dipuncak penyebab kematian diseluruh dunia. T3mbak4u menyebabkan satu dari sepuluh orang meninggal dunia, 5,4 juta meninggal pada tahun 2006. Indonesia menempati urutan ke tiga terbanyak jumlah per0k0k yang mencapai 146.860.000 jiwa. Seperti yang dikemukaan diatas, setidaknya ada tiga faktor penyebab suburnya per0k0k di Indonesia.
Yang pertama adalah rasa ingin diakui. Bagi remaja, hal ini pasti menjadi alasan utama mengapa mereka memutuskan untuk mer0k0k. Menurut pandangan mereka per0k0k lebih tinggi derajatnya dibanding yang tidak mer0k0k. Di Sekolah-Sekolah jaman sekarang yang umumnya menganut hukum rimba, mer0k0k sudah menjadi syarat untuk masuk suatu genk. Mer0k0k diam-diam di Sekolah seperti sudah menjadi tren khususnya bagi para lelaki “sejati.” Meskipun arti sejati itu sebenarnya negatif, tapi bagi para remaja, itu menjadi positif. Budaya semacam inilah yang harus para guru sadari untuk segera ditindak lanjuti hukuman apa yang pas untuk mereka.

Setelah rasa diakui sudah muncul dan tertanam dihati mereka, rasa percaya diripun akan datang dengan sendirinya. Kemudian mereka bertemu, bermain bersama dan tentu saja mer0k0k bersama. Membicarakan sesuatu tanpa sensor dengan kepulan asap yang mengiringi. Seolah mereka sudah menyatu, seperti sudah sehati dan menganggap r0k0klah yang mempersatukan mereka. Kemudian itu berlangsung setiap hari hingga muncul rasa candu. Uang yang seharusnya untuk makan makanan yang bergizi, hasil jerih payah kedua orang tua, mereka gunakan untuk membeli r0k0k. Jika salah satu tidak punya uang mereka berbagi. Berbagi memang sungguh indah, apalagi berbagi racun.

Ketiga. Konon katanya mer0k0k dapat menghilangkan stress dan mengundang sensasi kenikmatan. Alasan ketiga ini untuk para per0k0k akut. Jika mereka tidak mer0k0k satu hari saja kabarnya nikmat Tuhan ada yang hilang. Pekerjaan yang banyak menuntut mereka memeras otak dan tenaga untuk segera menyelesaikannya. Disaat lelah menyapa, r0k0k hadir menawarkan bahagia. Disitulah katanya letak kenikmatan itu. Setiap kali menghisap r0k0k, rasa lelah mereka seolah menghilang bersama kepulan asapnya. Sama seperti kematian yang ditimbulkan.

Siapa yang tidak tergiur oleh ketiga kenikmatan yang ditawarkan oleh r0k0k tadi. Terutama kenikmatan yang pertama. Hampir semua orang akan melakukan apapun agar keberadaan dirinya diakui. Secara psikologis manusia butuh diakui, butuh disanjung dan dipuji. Apalagi jika dengan itu teman dan kenikmatan yang diperoleh, lengkaplah sudah hidup ini. Tidak ada alasan untuk tidak mer0k0k. Karena dengan itu tiga kebahagiaan yang dianggap mereka surgawi akan diperoleh.

Padahal jelas-jelas dalam bungkus r0k0k tegas terpampang. Mer0k0k dapat membunuhmu. Kalimat yang lebih kasar dari sebelumnya. Mer0k0k dapat menyebabkan kanker, serangan jantung dan lain-lain. Tapi toh juga tidak mereka gubris oleh para pecandu. Mer0k0k memang sudah menjadi budaya yang melekat di negeri ini. Untuk menghapusnya pun susahnya bukan main. Yang bisa dilakukan adalah mer0k0k pada tepatnya. Para per0k0k harus sadar jika asap bisa membahayakan orang sekitar.

Dan yang paling penting untuk pemuda. Tolong jangan jadikan para per0k0k sebagai simbol lelaki sejati. Hapus budaya bahwa per0k0k adalah para pemberani. Orang yang ditakuti dan disegani. Justru sebaiknya, mereka adalah orang lemah. Karena tidak bisa mengalahkan dirinya sendiri. Seperti kata orang bijak. Jika manusia terkuat bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain. Tapi mengalahkan dirinya sendiri.     

Baca Juga:

Mudik, Menuju Mudik Sejati

Semua harus bangga dengan bangsa Indonesia. Negara yang dikenal sopan dan santun ini mempunyai tradisi yang patut dibanggakan. Tradisi mudik. Sebuah perjalanan dari tanah rantau menuju kampung halaman. Meskipun banyak sekali pro dan kontra, toh masyarakat masih setia merawat tradisi ini. Penulis setuju jika tradisi mudik ini terus dilestarikan. Karena dengan mudik masyarakat mengetahui dari mana meraka berasal. Bahwa sejatinya tanah rantau hanya sebatas medan perjuangan belaka.

Semua harus bangga dengan bangsa Indonesia. Negara yang dikenal sopan dan santun ini mempunyai tradisi yang patut dibanggakan. Tradisi mudik. Sebuah perjalanan dari tanah rantau menuju kampung halaman. Meskipun banyak sekali pro dan kontra, toh masyarakat masih setia merawat tradisi ini. Penulis setuju jika tradisi mudik ini terus dilestarikan. Karena dengan mudik masyarakat mengetahui dari mana meraka berasal. Bahwa sejatinya tanah rantau hanya sebatas medan perjuangan belaka.

Mudik seharusnya menjadi media pembelajaran dan media penyadaran. Pembelajaran dalam hal perjuangan di tanah rantau untuk bekerja keras, seperti kata seorang pepatah. Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya. Sedangkan media penyadaran adalah metode untuk ingat bahwa sesungguhnya perjuangan ada batasnya. Seperti kelanjutan pepatah diatas. Beribadahlah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok.
Namun kenyataannya apakah demikian, sepertinya tidak. Hampir rata-rata pelaku mudik belum mengerti apa itu mudik sejati. Mereka masih mengutamakan gengsi belaka. Dimana waktu mereka mudik, banyak sekali hal-hal yang bisa merusak makna mudik itu sendiri. Misal: membeli pakaian yang berlebihan, berhias mempercantik atau mempertampan diri supaya terlihat “wah” di kampung intinya adalah selalu memikirkan penampilan dari pada sucinya hati. Hal-hal yang tidak berguna diatas adalah produk dari gengsi. Bukankah semua itu tergantung niat, jika niatnya hanya ingin dipuji. Hanya itu yang didapat, bukan keberkahan.

Baca Juga:
Menurut hemat penulis. Mudik terdiri dari tiga macam. Mudik lahiriah, mudik batiniah dan gambungan antara keduanya. Mudik lahiriah berarti hanya fisiknya saja yang pulang. Pulang ke kampung halaman tanpa disertai niat yang suci. Niat mereka bertemu keluarga hanya untuk menunjukkan bahwa dirinya telah sukses. Memamerkan  segala yang ia punya supaya dipuji. Mudik seperti ini mungkin hanya mendapat 10% dari 100% kebahagiaan mudik sejati.
Kedua adalah mudik batiniah. Mudik ini berarti hanya hatinya saja yang pulang, sementara raganya tidak. Sekarang banyak sekali sistim komunikasi yang memungkinkan orang berhubungan jarak jauh, Hp, Skype, Facebook, Twitter, misalnya. Niat pelaku mudik batiniah sebanarnya sudah bagus, hanya saja karena tidak ada waktu libur jadi tidak bisa pulang. Meskipun rindu yang luar biasa kepada keluarga tapi karena tuntutan pekerjaan, mereka tidak pulang. Ini kurang afdol. Bermaafan akan terasa bermakna bila kedua pasang mata saling bertemu.
Terakhir adalah mudik lahiriah dan batiniah. Inilah yang disebut  mudik sempurna. Kesempurnan mudik akan tercipta manakala raga dan jiwa hadir dalam sebuah niatan yang baik. Ketika bertemu dan berjabat tangan akan terasa lebih bahagia bila hati juga turut hadir. Jika sudah begitu keberkahan dan kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Kita baru akan merasa benar-benar mudik jika sudah sampai pada level ini. Pada level ini pun  belum bisa dinamakan mudik sejati. Bisa dibilang ini baru mudik (semi) sejati.
Seperti yang ditengkan sebelumnya. Mudik sejati akan terasa bila individu sudah berhasil memahami tugas dan fungsi hidup. Sebagai manusia tugas kita adalah untuk menyembah Alloh SWT dan fungsinya adalah sebagai kholifah (pemimpin). Menyembah Alloh bukan berarti kita harus salat. Dalam arti luas, menyembah Alloh dapat ditafsirkan patuh dan tunduk kepada Nya. Segala macam perintah Nya dilaksanakan. Yang dilarang, dijauhi.
Mudik sejati adalah saat individu sudah bertemu kembali dengan Sang Penciptanya. Dimana ketika raga dan jiwa telah terpisah. Segala macam tindak tanduk akan dipertanggung jawabkan kepada Sang Maha Adil. Dunia ibarat tanah rantu yang harus bisa ditaklukan. Untuk menaklukan butuh yang namanya perjuangan. Perjuangan yang tidak kenal lelah untuk mengumpulkan bekal mudik ke kampung halaman akhirat. Yang mana kampung itu hakiki. Kekal, abadi, selamanya.   
Memahami makna mudik sejati memang sulit. Namun mengaplikasikannya lebih sulit. Butuh niat dan idealisme yang kuat untuk meraih semua itu. Butuh waktu seumur hidup untuk memahami dan melaksanakannya, karena tidak ada yang tau kapan kematian datang. Selamat bermudik-mudik ria. Jaga keselamatan, kalau belum ingin ke kampung akhirat.

Baca Juga:
sejarah mudik, tradisi mudik, asal kata mudik, mudik 2018, budaya mudik di indonesia, mudik lebaran, kepanjangan mudik bahasa jawa, mudik lucu #keyword

Kembalikan Citra Guru


definisi guru, guru sekolah, pengertian guru, makalah tentang guru, artikel guru, pengertian guru menurut para ahli, ruang guru, tugas guru adalah #keyword
Guru dalam Bahasa Jawa dibedah menjadi digugu lan ditiru. Betapa pentingnya seorang Guru sampai-sampai semua perkataan dan perbuatan harus dicontoh. Definisi Guru yang luar biasa inilah yang tidak boleh dicemari. Dihari Guru Nasional tahun ini profesi Guru sungguh sangat tercoreng. Bayangkan saja banyak kasus, baik kekerasan sampai pelecehan s3ksual dilakukan oleh profesi yang bergelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini. Ibarat peribahasa, nila setitik rusak susu sebelanga.


Seperti contoh kasus kekerasan yang dialami oleh Tri Aji Bayu Setyo. Lelaki beru berumur  15 Tahun ini harus dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo, Solo akibat dilempar ke tempat sampah plsatik oleh Gurunya sendiri. Siswa SMP N 3 Nguter, Sukoharjo ini mendapat kekerasan lantaran mengobrol dengan teman-teman sekelasnya saat upacara akan dmulai.

Peristiwa yang lebih memilukan lagi terjadi di Kabupaten Serang, Banten. Adalah Nurul Muhtadin Kibin (14) diduga dianiaya Guruya sampai mengalami luka lebam disejumlah bagian tubuhnya lantaran ingin meminjam spidol. Peristiwa tersebut terjadi pada saat pelajaran agama. Korban hendak meminjam spidol kepada kawannya dan bangun dari tempat duduknya saat pelajaran berlangsung. Tiba-tiba sang guru agama langsung menampar pipi sebelah kiri korban dan semakin membabi buta.
            
Kasus pelecehan s3ksual pun juga ada. Seorang Guru SMA Yadika Tanjung Duren Jakarta yang berisial KA dinonaktifkan karena dilaporkan telah melakukan pelecehan s3ksual terhadap 9 siswinya. Parahnya, KA melakukan aksi pelecehan s3ksual tersebut didepan para siswa lainnya. Kasus lainnya yang juga menggemparkan publik terjadi di Jakarta Internasional School (JIS). Kasus memilukan ini memakan korban anak TK yang disodomi. Pelaku tersebut bersinisla A dan A. foto keduanya sempat gempar saat Komisi Nasional Perlindungan Anak merilisnya beberapa bulan lalu.

Baca Juga:
Citra Guru yang miring juga terjadi lantaran mereka PNS. Tidak sedikit orang yang bercita-cita menjadi seorang Guru bukan dengan niat yang tulus mendidik anak-anak Indonesia supaya pintar. Melainkan hanya untuk gaji semata. Gaji PNS yang besar plus tunjangan-tunjangan ditambah uang pensiunan membuat orang berbondong-bondong untuk menggeluti pekerjaan ini. Sebagai contoh saat pendaftaran PNS. Berapa ribu orang yang mendaftar serta berapa ratus orang yang diterima.

Pelonjakan mahasiswa jurusan Pendidikan Guru bukti selanjutnya. Sebagian besar lulusan SMA / Sederajat menginginkan profesi Guru. Padahal kelaukan mereka sungguh sangat tidak pantas untuk digugu lan ditiru. Masa remaja tentu berpengaruh besar di masa dewasa. Bagaimana mungkin akan menjadi Guru sementara kelakuan mereka mabuk, judi dan kemaksiatan lainnya. Omongan yang kasar dan tidak sopan memperjelas jika profesi Guru tidak pantas mereka sandang.

Lantas apa yang mereka harapkan dari seorang Guru. Kembali ke awal, gajinya. Karena para alumni siswa itu melihat jika Guru adalah profesi mudah bergaji besar. Pagi berangkat, siang pulang. Kalau murid libur, liburlah dia. Yang juga tidak kalah enak menjadi Guru adalah dihormati dan disegani. Lantas apa lagi alasan untuk tidak menjadi Guru.
            
Niat, adalah syarat utama untuk menjadi seorang Guru. Karena niat sifatnya personal jadi mustahil ada tes apakah niat sicalon Guru lurus atau bengkok. Lagi-lagi kesadaran manusia menjadi peran utama dalam kasus ini. Hendaknya niat seorang Guru benar-benar tulus. Gaji boleh-boleh saja karena pada dasarnya manusia butuh uang untuk hidup.

Peran orang tua juga cukup penting. Jangan sampai anaknya yang selalu bermaksiat didukung untuk menjadi Guru padahal sianak tidak mau. Jangan seenaknya sendiri, mentang-mentang sudah menjadi guru lantas bisa membawa anaknya. Baik untuk mengetahui dulu potensi anak, jangan sampai potensi sejati anak yang diberikan oleh Tuhan dimatikan oleh kehendak orang tua.
            
Hingga akhirnya Guru-Guru di Indonesia menjadi berbobot dan berkualitas. Terpilihnya Anies Basweden diharapkan bisa mengubah citra Guru yang sudah tercoreng. Guru berkompeten dan siswa pandai. Mustahil Indonesia tidak hebat.

Penulis Fajar

Baca Juga:
definisi guru, guru sekolah, pengertian guru, makalah tentang guru, artikel guru, pengertian guru menurut para ahli, ruang guru, tugas guru adalah #keyword