Home » , , » Per0k0k Adalah Lelaki Sejati

Per0k0k Adalah Lelaki Sejati

Mer0k0k. Adalah suatu budaya yang wajib bagi para pemuda yang menganut hukum rimba di Sekolah-Sekolah atau bahkan di Perguruan Tinggi. Midset jika para per0k0k adalah lelaki sejati kian menjamur dan susah dihilangkan. Para pencandu ini tak jarang memilih untuk tidak makan dari pada tidak mer0k0k. Dan parahnya, mereka bangga. Kebanggaan yang mereka peroleh karena  beberapa hal. Sedikitnya ada tiga. Sebab mereka diakui, banyak teman dan mendapatkan kenikmatan. 


Mengkonsumsi r0k0k bukan merupakan hal yang tabu, setidaknya dalam 30 tahun silam. Karena dalam kurun waktu yang sama konsumsi r0k0k di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, dari 33 milyar perbatang pertahun ditahun 1970, ke 217 milyar perbatang pertahun di tahun 2000. Padahal t3mbak4u berada dipuncak penyebab kematian diseluruh dunia. T3mbak4u menyebabkan satu dari sepuluh orang meninggal dunia, 5,4 juta meninggal pada tahun 2006. Indonesia menempati urutan ke tiga terbanyak jumlah per0k0k yang mencapai 146.860.000 jiwa. Seperti yang dikemukaan diatas, setidaknya ada tiga faktor penyebab suburnya per0k0k di Indonesia.
Yang pertama adalah rasa ingin diakui. Bagi remaja, hal ini pasti menjadi alasan utama mengapa mereka memutuskan untuk mer0k0k. Menurut pandangan mereka per0k0k lebih tinggi derajatnya dibanding yang tidak mer0k0k. Di Sekolah-Sekolah jaman sekarang yang umumnya menganut hukum rimba, mer0k0k sudah menjadi syarat untuk masuk suatu genk. Mer0k0k diam-diam di Sekolah seperti sudah menjadi tren khususnya bagi para lelaki “sejati.” Meskipun arti sejati itu sebenarnya negatif, tapi bagi para remaja, itu menjadi positif. Budaya semacam inilah yang harus para guru sadari untuk segera ditindak lanjuti hukuman apa yang pas untuk mereka.

Setelah rasa diakui sudah muncul dan tertanam dihati mereka, rasa percaya diripun akan datang dengan sendirinya. Kemudian mereka bertemu, bermain bersama dan tentu saja mer0k0k bersama. Membicarakan sesuatu tanpa sensor dengan kepulan asap yang mengiringi. Seolah mereka sudah menyatu, seperti sudah sehati dan menganggap r0k0klah yang mempersatukan mereka. Kemudian itu berlangsung setiap hari hingga muncul rasa candu. Uang yang seharusnya untuk makan makanan yang bergizi, hasil jerih payah kedua orang tua, mereka gunakan untuk membeli r0k0k. Jika salah satu tidak punya uang mereka berbagi. Berbagi memang sungguh indah, apalagi berbagi racun.

Ketiga. Konon katanya mer0k0k dapat menghilangkan stress dan mengundang sensasi kenikmatan. Alasan ketiga ini untuk para per0k0k akut. Jika mereka tidak mer0k0k satu hari saja kabarnya nikmat Tuhan ada yang hilang. Pekerjaan yang banyak menuntut mereka memeras otak dan tenaga untuk segera menyelesaikannya. Disaat lelah menyapa, r0k0k hadir menawarkan bahagia. Disitulah katanya letak kenikmatan itu. Setiap kali menghisap r0k0k, rasa lelah mereka seolah menghilang bersama kepulan asapnya. Sama seperti kematian yang ditimbulkan.

Siapa yang tidak tergiur oleh ketiga kenikmatan yang ditawarkan oleh r0k0k tadi. Terutama kenikmatan yang pertama. Hampir semua orang akan melakukan apapun agar keberadaan dirinya diakui. Secara psikologis manusia butuh diakui, butuh disanjung dan dipuji. Apalagi jika dengan itu teman dan kenikmatan yang diperoleh, lengkaplah sudah hidup ini. Tidak ada alasan untuk tidak mer0k0k. Karena dengan itu tiga kebahagiaan yang dianggap mereka surgawi akan diperoleh.

Padahal jelas-jelas dalam bungkus r0k0k tegas terpampang. Mer0k0k dapat membunuhmu. Kalimat yang lebih kasar dari sebelumnya. Mer0k0k dapat menyebabkan kanker, serangan jantung dan lain-lain. Tapi toh juga tidak mereka gubris oleh para pecandu. Mer0k0k memang sudah menjadi budaya yang melekat di negeri ini. Untuk menghapusnya pun susahnya bukan main. Yang bisa dilakukan adalah mer0k0k pada tepatnya. Para per0k0k harus sadar jika asap bisa membahayakan orang sekitar.

Dan yang paling penting untuk pemuda. Tolong jangan jadikan para per0k0k sebagai simbol lelaki sejati. Hapus budaya bahwa per0k0k adalah para pemberani. Orang yang ditakuti dan disegani. Justru sebaiknya, mereka adalah orang lemah. Karena tidak bisa mengalahkan dirinya sendiri. Seperti kata orang bijak. Jika manusia terkuat bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain. Tapi mengalahkan dirinya sendiri.     

Baca Juga:

0 komentar:

Post a Comment

Please Coment yang baik saja. terimakasih :-)

Tawangharjo.com

Iklan Layang