Home » , » Hari Tata Ruang Nasional

Hari Tata Ruang Nasional

Tidak banyak yang tahu apa itu Hari Tata Ruang Nasional. Wajar saja karena Hari Tata Ruang Nasional baru diperingati empat tahun belakangan ini. Tata Ruang Nasiona sudah berada dibawah payung hukum, yakni dengan UU No 26 Tahun 2007. 

Melalui peraturan tersebut, pemerintah berupaya mendorong pemanfaatan ruang di Indonesia sesuai dengan kapasitas daya dukungnya. Meskipun jarang diperhatikan masyarakat, tapi sebetulnya Tata Ruang ini sangat penting dalam membangun Indonesia supaya menjadi seimbang, terutama yang ada di Kota dengan yang di Desa. Serta terjadi kesetaraan antara keduanya. 

Namun nyatanya tidak demikian. Biasaya terdapat perbedaan masalah yang ada di Kota maupun yang ada di Desa. Di Kota yang pembangunan infrastrukturnya baik, biasanya tingkat keacuh tak acuhnya tinggi. 

Maka tidak jarang banyak sekali kesemrawutan dijalan raya. Bisa ditengok berapa puluh mobil dan motor tidak taat peraturan lalu lintas. Wajah Kota-Kota besar di Indonesia kacau karena setiap hari mempertontonkan keadaan yang demikian.
Kurangnya lahan hijau mengekor dibelakangnya. Kesumpekan suasana Kota dikarenakan minimnya lahan hijau. Lahan yang sebetulnya vital bagi para penduduknya. Idelanya ruang terbuka hijau untuk ukuran sebuat Kota adalah 30 persen. 

Dalam kasus ini hendaknya pemerintah yang bersangkutan mengkaji kembali dalam hal mempermudah ijin membangun pusat perbelanjaan atau moll. Secara kapitalis memang menguntungkan namun secara sosialis tidak. Pembangunan pusat perbelanjaan hanya akan memperburuk Indonesia sebagai yang berpolusi didunia, terutama Jakarta.
Berbeda dengan yang ada di Kota, permasalahan yang ada di Desa terkait infrastruktur. Jalanan yang ada di Desa banyak yang berlubang. Banyak sekali jalanan yang belum diaspal, sekalinya sudah banyak yang hancur. 

Salah satu penyebabnya mungkin kontur tanah yang tidak cocok jika diaspal. Namun apapun itu pembangunan infrastruktur harus adil dan seimbang. Jangan sampai hanya Kota saja yang diperhatikan, sementara Desa diabaikan. Namun ada faedah dari ketidaksempurnaan Tata Ruang Desa terkait jalanan yang rusak. Tingkat kecelakaan di Desa amatlah minim. Ini mungkin terjadi lantaran tingkat kehati-hatian warga sangatlah tinggi.

Baca Juga:
Kembalikan Citra Guru
Aku Menjadi Kita
Ketika Kebodohan Menjadi Tuhan
Pahlawan Untuk Diri Sendiri
Ganefo. Sejarah Dahsyat Yang Terlupakan


Juga tidak kalah penting adalah Perguruan Tinggi. Lagi-lagi infrastrukutur yang menjadi keladinya. Efek ketimpangan Tata Ruang yang tidak seimbang ini berpengaruh disektor pendidikan. Berapa banyak pemuda-pemuda yang harus merantau untuk menuntut ilmu di Kota, dikarenakan tidak adanya Perguruan Tinggi. 

Perguruan Tinggi di Kota padahal sudah banyak tapi toh tetap laku juga, meskipun tidak favorit. Kenapa tidak dipindahkan saja di Desa-Desa yang membutuhkan Perguruan Tinggi. Di Desa jauh lebih membutuhkan, terutama yang berotak Habibie tapi semiskin kuli. Desa sangat membutuhkan wadah untuk mengembangkan bakat dan minat, tidak hanya di Kota.
Solusi untuk pemerintah dihari Tata Ruang ini adalah keseimbangan infrastruktur antara di Kota dan di Desa. Sesuai yang diamanatkan Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Memang perbedaan antara Kota dan Desa sangat signifikan. Akan tetapi jika semua sesuai porsi maka akan sangat maksimal pertumbuhannya. Tidak kurang dan tidak lebih. Karena suatu yang berlebihan itu tidak baik. Tertawa berlebihan pun bisa menyebabkan kematian. Apalagi  polusi yang berlebihan.
Masyarakat harus sadar diri jika kelak pemerintahan yang baru bisa memfasiliasi dengan baik. Kita yang konon sebagai rasa diera demokrasi ini harus bisa menunjukkan kewibawaannya. Segara fasilitas umum yang menyangkut Tata Ruang Nasional hendaknya dijaga betul-betul. 

Kalau perlu kita turut membantu dalam pelaksanaannya. Jangan menunggu pemerintah. Kita tunjukan jiwa nasionalisme. Jiwa patriotisme yang mulai dihidupkan lagi oleh Presiden Joko Widodo dengan revolusi mental nya.
Hingga akhirnya Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bukan hanya isapan jempol belaka. Dihari Tata Ruang Nasional ini mari, menata ulang inftastruktur dan manusianya. Jangan tunggu perubahan itu terjadi, tapi jemputlah perubahan itu sendiri dengan tekad dan semangat juang. 

Karena Tuhan tidak akan mengubah nasip suatu kaum, kecuali kaum tersebut mau mengubahnya nasip sendiri.        

Penulis: Fajar Arianto

0 komentar:

Post a Comment

Please Coment yang baik saja. terimakasih :-)

Tawangharjo.com

Iklan Layang